Harga Ayam Sumut Menggila: Sibolga Puncaki Daftar Rp 50 Ribu per Kilogram

Ekonomi

Harga daging ayam di Sumatera Utara masih bertahan di level yang memberatkan konsumen jelang pertengahan 2026. Berdasarkan pemantauan harga komoditas pangan, wilayah Sibolga mencatat angka tertinggi secara provinsi dengan harga mencapai Rp 50.000 per kilogram di sejumlah pasar tradisional. Angka ini jauh melampaui rata-rata harga nasional yang berkisar antara Rp 35.000–Rp 40.000 per kilogram.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner skala kecil yang sangat bergantung pada komoditas protein hewani tersebut. Di Kota Medan, harga daging ayam masih bertahan di kisaran Rp 42.000–Rp 45.000 per kilogram, sementara di Kabupaten Deli Serdang dan Binjai berkisar Rp 40.000–Rp 43.000 per kilogram. Mahalnya harga di Sibolga disinyalir dipengaruhi oleh tingginya biaya distribusi akibat medan geografis yang terisolasi serta ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Dinas Perdagangan Sumut mengakui tantangan ini dan telah berkoordinasi dengan Bulog serta asosiasi peternak untuk menstabilkan pasokan. Namun, fluktuasi harga pakan ternak global serta cuaca ekstrem yang mengganggu rantai distribusi menjadi faktor penghambat utama. Sementara itu, Kementerian Perdagangan terus memantau pergerakan harga melalui sistem pemantauan pasar digital untuk mencegah praktik penimbunan.

Masyarakat diimbau tetap bijak dalam mengelola pengeluaran harian dengan mempertimbangkan alternatif sumber protein seperti telur, ikan laut, atau tahu-tempe yang harganya relatif stabil. Bagi yang ingin mencari referensi kuliner hemat setelah berbelanja, Anda dapat menjelajahi beragam pilihan menarik melalui Indo Bet. Pemerintah daerah berkomitmen menekan harga hingga kembali normal dalam dua bulan ke depan melalui operasi pasar dan insentif bagi peternak lokal. Keterbukaan informasi harga harian diharapkan dapat membantu konsumen membuat keputusan belanja yang lebih cerdas di tengah tekanan ekonomi saat ini.