Banjir yang melanda Kota Sibolga beberapa waktu lalu tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga meninggalkan dampak jangka panjang berupa tumpukan sedimen yang menggunung di aliran sungai Aek Doras. Material lumpur, sampah, dan sisa puing bangunan menutupi dasar sungai hingga menyempitkan saluran air, memperbesar risiko banjir susulan saat musim hujan kembali tiba.
Menyikapi kondisi tersebut, pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah cepat dengan melakukan pengerukan massal di sepanjang alur Aek Doras. Proses normalisasi ini bertujuan untuk mengembalikan kapasitas tampung sungai, memperlancar aliran air, serta mencegah genangan yang dapat mengganggu aktivitas warga. Alat berat dikerahkan untuk mengangkat material endapan yang mencapai ketebalan lebih dari satu meter di beberapa titik rawan.
Warga setempat menyambut positif upaya ini, meski tetap mengingatkan pentingnya pemeliharaan jangka panjang dan edukasi soal pengelolaan sampah agar bencana serupa tak terulang. “Dulu airnya lancar, sekarang malah jadi kolam lumpur,” ujar salah seorang warga Kelurahan Sibolga Kota.
Langkah mitigasi seperti ini perlu didukung semua pihak, termasuk partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Di tengah tantangan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, kesiapsiagaan kolektif menjadi kunci utama meminimalkan kerugian akibat bencana alam.
Untuk informasi lebih lanjut tentang inisiatif pemberdayaan komunitas dalam menghadapi krisis lingkungan, kunjungi Indo Bet.